hhttp://suaramirza.blogspot.com

Popular Posts

Pages

Muhammad Mirza. Diberdayakan oleh Blogger.

Pendengar

Si Mata Satu sedang mengintip

Gara-gara Edward Snowden membocorkan Program Rahasia yang dilakukan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat,Pesawat Kepresidenan Bolivia yang sedang ditumpangi oleh Evo Morales (Presiden Bolivia),dipaksa untuk memutar arah.

Program Rahasia yang dinamakan PRISM,tersebut memungkinkan NSA (National Security America - Badan Keamanan Nasional Amerika),mencuri data-data penguna internet di dunia.


PRISM memungkinkan NSA mencuri data-data orang-orang yang menggunakan Microsoft,Yahoo,Google dan Facebook,Paltalk serta Youtube,Skype dan AOL,Apple pula.


"All your  data are belong to us?",kata NSA kepada Rakyat Amerika Serikat dan nampaknya,seluruh dunia karena Pemerintah Jerman sedang Gelisah dengan PRISM tersebut.


Adalah Edward Snowden yang ber-usia 29 tahun,seorang Ahli TI (Teknologi Informasi),yang terlibat sebagai subkontraktor dalam Proyek PRISM yang membocorkan Rahasia Besar NSA itu. 


Kini dia diyakini sedang berada di Hongkong namun Pemerintah Amerika Serikat mencurigai dia disembunyikan oleh musuh-musuhnya,salah satunya adalah Presiden Evo Morales dari Bolivia.

Proyek PRISM yang sedang dilakukan oleh NSA itu sebenarnya,bukanlah Barang Baru,jauh sebelum ini gagasan tentang itu sudah muncul di filem-filem fiksi ilmiah yang dibuat oleh Hollywood. 


Namun Rakyat Amerika Serikat Khususnya dan Masyarakat Dunia Umumya tidak mengerti  bahwa filem-filem fiksi ilmiah yang dibuat oleh Hollywood,sebenarnya adalah sebuah Rencana Kerja Pemerintah Amerika Serikat.


Filem-filem itu memuat pesan-pesan khusus yang hanya bisa dibaca oleh Kalangan mereka sendiri atau Illuminati dan Freemason di seluruh dunia,semacam bulletin atau surat kabar.


NSA berdalih bahwa PRISM ditujukan untuk melacak lebih cepat gerakan Jihad atau dengan licik mereka sebut sebagai Teroris di seluruh dunia yang bisa merugikan Amerika Serikat.  

Namun hal itu,jika dijalankan oleh Pemerintah Amerika Serikat,sama dengan mencurigai seluruh rakyat mereka sebagai pendukung gerakan terorisme.

Hal inilah yang menjadikan Amerika Serikat sebagai sebuah Negara Polisi.

Sebagai Umat Islam apa hikmah yang bisa diambil dari terbongkarnya kelicikan Pemerintah Amerika Serikat yang adalah Kaki Tangan Illuminati atau Freemason itu? 

Janganlah kalian mengumbar data-data  tentang jati diri kalian,dan khususnya foto-foto pribadi kalian di jejaring sosial,khususnya Facebook,karena semua itu tidak pernah bisa dihapus tanpa Persetujuan dari NSA.

Karena jati diri kalian bisa mereka pergunakan melacak orang-orang yang mereka anggap sebagai Teroris.

Selalu berhati-hatilah di Jejaring Sosial,karena Si Mata Satu sedang Mengintip.




< >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar