hhttp://suaramirza.blogspot.com

Popular Posts

Pages

Muhammad Mirza. Diberdayakan oleh Blogger.

Pendengar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Umat Manusia sebagai Sumber Tenaga Kinetik

Badan-Badan Berotot ini bisa menghasilkan Tenaga Kinetik yang Berlimpah Ruah.
Ketika kita berbicara tentang kemacetan atau keramaian di sebuah kota terlintas dalam pikiran kita bahwa semua itu adalah masalah besar dan sangat menganggu,tanpa kita sadari semua itu adalah sumber tenaga kinetik yang hampir tidak ada habisnya,seperti lampu sepeda yang dinyalakan dengan cara dikayuh,atau seperti menjalankan sebuah pompa air,yang dijalankan dengan cara "Mengayuh" bak bersepeda.

Pada dasarnya tenaga kinetik adalah sumber tenaga alami yang ada dimana-mana,Aman dan Murah Meriah.

Untuk daerah yang padat dan banyak penduduknya,sumber tenaga listrik yang tepat adalah,yang bersumber dari Pergerakan Banyak Orang,atau berhubungan dengan kegiatan banyak orang yang memicu tenaga kinetik yang bisa untuk memasok tenaga listrik untuk sebuah Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Kinetik.

Kemudian Listrik yang berasal dari tenaga kinetik itu bisa dipergunakan untuk menyalakan peralatan listrik di gedung-gedung perkantoran,apartemen dan perumahan serta lampu-lampu di jalan raya.

Jika dibandingkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari,Angin dan Nuklir,jelas Pembangkit Listrik Tenaga Kinetik yang lebih unggul untuk daerah perkotaan.

Masalah Keamanan dan Limbah adalah masalah utama pada umumnya,untuk setiap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir,jika PLTN tersebut dekat dengan perumahan,kemudian terjadi kebocoran akibat Bencana Alam atau Kecerobohan Manusia, Contoh Kasus adalah yang terjadi pada PLTN Fukushima,pada sekitar Maret 2011.

Bangsa Jepang yang dikenal dengan Kedisplinan dan Semangat Kerja Kerasnya,ternyata mereka tidak berdaya menghadapi Kecelakaan PLTN,yang dipicu oleh Bencana Alam,dan hingga hari ini,kebocoran masih terjadi di PLTN Fukushima.

Masalah terbesar Pembangkit Tenaga Listrik Matahari dan Angin,adalah terbatasnya Ruang dan beragam Tindakan Perusakan (Vandalisme).

Dengan semua Masalah itu Pembangkit Tenaga Listrik Matahari dan Angin,tidak cocok untuk daerah Perkotaan.

Di daerah Perkotaan yang cenderung padat,Pembangkit Listrik yang menyatu dengan Banyak Orang adalah pilihan yang tepat,dan mendapatkan sumber tenaga listrik dari mereka pula.

Listrik yang berasal dari mereka bisa dihimpun dari Pejalan Kaki-Pejalan Kaki yang memenuhi Pusat Perniagaan atau Pusat Perbelanjaan.

Atau dari Jalan Raya,yang dipenuhi oleh Kendaraan Bermotor.

 Semua itu,bisa dilakukan dengan mempergunakan Tegel Pavegen

Alat yang ditemukan oleh Laurence Kemball Cook,yang berasal dari London,Inggris,bisa dipergunakan di jalan yang dilewati oleh banyak kendaraan atau sebuah bidang yang dilewati oleh banyak pejalan kaki.

Tegel Pavegen adalah sebuah tegel berbahan karet berukuran 45 X 60 cm yang bisa menghimpun tenaga listrik dari orang-orang yang menginjak lantai tersebut,kebanyakan satu langkah kaki menghasilkan kekuatan listrik sebesar 7 watt atau lebih tergantung berat tubuh orang yang menginjak lantai itu.

Tegel Pavegen bisa dipasang dimanapun Pejalan Kaki-Pejalan Kaki melintas atau berkumpul dalam jumlah besar,seperti sekolah,stasiun kereta bawah tanan,terminal bis dan bandar udara,pusat perbelanjaan serta pusat perkantoran,tempat parkir.

Cara kerja Tegel Pavegen mirip dengan cara KERSS atau sebuah Lampu Sepeda yang Baterainya diisi ulang dengan cara memanfaatkan tenaga kinetik yang terhimpun saat sepeda tersebut dikayuh.

Jika kita mau berpikiran terbuka banyak sumber tenaga listrik disekitar kita,yang murah meriah dan aman pula,salah satunya adalah Tenaga Listrik Kinetik,yang sumber tenaganya berasal dari Manusia.


Catatan Kaki : KERSS adalah sebuah alat untuk mengumpulkan tenaga kinetik yang berasal dari panas,yang dihasilkan saat mobil mengerem,teknologi ini pertama kali dipergunakan untuk mobil-mobil F1 pada musim F1 tahun 2009.
Tenaga Kinetik adalah Tenaga yang dihasilkan dari Gerakan (untuk tegel pavegen,bukan cuman gerakan,tapi berat badan pula).
< >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar